K
KERTASMU

Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden

2026.07.19 23:30
0 587

AI SUMMARY INSIGHTS
  • 1Waka Komisi III DPR mengkritik Hotman Paris karena membawa-bawa nama Presiden dalam kasus Febrie Adriansyah 🗣️
  • 2Pernyataan Hotman dinilai tidak etis dan berpotensi menimbulkan polemik politik yang tidak perlu 🔥
  • 3Kasus Febrie Adriansyah terus menjadi sorotan publik, terutama terkait dugaan TPPU dan penggeledahan brankas 💼
  • 4Kritik ini muncul setelah sebelumnya GNK juga mengecam Hotman atas pernyataan serupa 🚨

Wakil Ketua Komisi III DPR menilai pernyataan Hotman Paris yang melibatkan nama Presiden dalam pembelaan terhadap Febrie Adriansyah tidak tepat dan meminta agar Presiden tidak diseret ke dalam kasus tersebut.

📰 Latar Belakang

Kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah, seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus bergulir. Febrie diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan kasus ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk pengacara kondang Hotman Paris yang membela Febrie. Dalam pembelaannya, Hotman disebut-sebut melibatkan nama Presiden, yang kemudian menuai kritik dari berbagai kalangan.

⚡ Kritik dari Waka Komisi III DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR, yang membidangi hukum dan HAM, secara terbuka mengkritik pernyataan Hotman Paris. Menurutnya, Hotman tidak perlu membawa-bawa nama Presiden dalam kasus tersebut. Kritik ini disampaikan dalam pernyataan yang dilansir oleh detikNews dan juga dilaporkan oleh CNN Indonesia, Kompas.com, serta SINDOnews Nasional.

Waka Komisi III menegaskan bahwa kasus hukum harus diselesaikan secara profesional tanpa melibatkan figur politik yang tidak terkait. Ia meminta agar semua pihak fokus pada proses hukum yang transparan dan adil.

🔍 Analisis Dampak

Kritik ini menambah daftar panjang reaksi negatif terhadap pernyataan Hotman Paris. Sebelumnya, Gerakan Nasional Kebangkitan (GNK) juga mengecam Hotman karena dianggap menyeret nama Presiden untuk membela Febrie. Langkah Hotman dinilai kontraproduktif dan berpotensi memperkeruh suasana politik.

Kasus Febrie sendiri masih dalam penyelidikan, dengan berbagai temuan seperti brankas berisi uang dan emas yang diklaim oleh pengacara Don Ritto bukan milik Febrie. Publik menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK dan aparat penegak hukum lainnya.

⚠️ Poin Kontroversi

Pernyataan Hotman yang melibatkan Presiden menuai kontroversi karena dianggap tidak etis dan bisa diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan politik. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa Hotman hanya menjalankan tugas sebagai pengacara untuk membela kliennya. Namun, kritik dari Waka Komisi III DPR menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak disetujui oleh kalangan legislatif.

🔮 Prospek ke Depan

Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan media dan publik. KPK diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan TPPU yang melibatkan Febrie Adriansyah. Sementara itu, Hotman Paris mungkin akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik agar tidak menimbulkan polemik baru.

📌 Inti Permasalahan

Inti dari kritik ini adalah pentingnya menjaga etika dalam beracara dan tidak mencampuradukkan kasus hukum dengan politik. Waka Komisi III DPR menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa intervensi politik, dan semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Komentar 0

Buat Polling

mb_no_comments

Nomor Judul Penulis Tanggal Jumlah Rekomen Jumlah Dibaca
0 Hotman Paris Minta Maaf Dua Kali Usai Dikecam Terkait Konferensi Pers Kasus Febrie Adriansyah
K
KERTASMU
2026.07.21 0 815
1 Iran Makin Agresif, Rudal Hantam Pangkalan Kuwait dan Jet AS di Yordania
K
KERTASMU
2026.07.20 0 483
2 KPK OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini Diamankan dalam Operasi Senyap
K
KERTASMU
2026.07.20 0 732
3 Prabowo Buka Suara soal Kritik MBG: Ribuan Triliun Raib Tanpa Protes, Saya Diserang
K
KERTASMU
2026.07.20 0 367
4 Istana dan Gerindra Sepakat: Hotman Paris Jangan Seret Nama Prabowo ke Kasus Febrie
K
KERTASMU
2026.07.20 0 615
5 Mensesneg Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah
K
KERTASMU
2026.07.20 0 602
6 AS Lancarkan Serangan Dahsyat ke Kota Pusat Nuklir Iran, Ketegangan Melonjak
K
KERTASMU
2026.07.20 0 846
7 TNI-Polri Kini Ikut Awasi Wajib Pajak: DJP Resmi Libatkan Aparat Keamanan
K
KERTASMU
2026.07.20 0 450
8 Serangan Balasan AS di Iran Tewaskan 50 Orang, Ratusan Lainnya Terluka
K
KERTASMU
2026.07.20 0 560
9 Jaksa dan Febrie Adriansyah Mulai Adu Strategi dalam Sidang Perdana
K
KERTASMU
2026.07.20 0 866
10 Hotman Paris Dikecam Usai Sindir Wartawan: 'Lu Punya Otak Gak?'
K
KERTASMU
2026.07.20 0 364
11 Menteri HAM Dorong Pendekatan Budaya untuk Selesaikan Konflik Berdarah di Adonara
K
KERTASMU
2026.07.20 0 524
12 Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Ferran Torres Jadi Pahlawan
K
KERTASMU
2026.07.20 0 374
13 Polisi Gerebek Laboratorium Narkoba Karisoprodol di Jakarta Timur, Dua Pemasok Diamankan
K
KERTASMU
2026.07.20 0 493
14 Biaya Naturalisasi dan Pelepasan WNI Naik Drastis, Simak Rincian Tarif Barunya
K
KERTASMU
2026.07.20 0 259
15 Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara
K
KERTASMU
2026.07.19 0 433
Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden
K
KERTASMU
2026.07.19 0 587
17 Bentrok Warga di Flores Timur Tewaskan 3 Orang, Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih Jadi Pemicu
K
KERTASMU
2026.07.19 0 364
18 Followers Instagram Hotman Paris Turun Usai Bela Febrie Ardiansyah
K
KERTASMU
2026.07.19 0 1046
19 Bentrok di Adonara NTT: 3 Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
K
KERTASMU
2026.07.19 0 463