K
KERTASMU

Habiburokhman Buka Data: Negara Maju Terapkan UU Perampasan Aset Lebih Luas dari Sekad...

2026.09.03 10:01
0 0

AI SUMMARY INSIGHTS
  • 1Habiburokhman mengungkap bahwa UU Perampasan Aset di negara maju tidak hanya untuk kasus korupsi, melainkan juga tindak pidana lain. ⚖️
  • 2Contoh negara yang dijadikan rujukan: AS, Inggris, dan Australia. 🌍
  • 3Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan RUU Perampasan Aset di Indonesia. 📜
  • 4Diharapkan dapat memperluas cakupan hukum dan memperkuat pemberantasan kejahatan. 🛡️

Anggota Komisi III DPR itu memaparkan praktik perampasan aset di AS, Inggris, dan Australia yang tidak hanya menyasar tindak pidana korupsi, menjadi rujukan pembahasan RUU di Indonesia.

📜 Latar Belakang Pembahasan RUU Perampasan Aset

Pemerintah dan DPR tengah membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset yang bertujuan untuk merampas aset hasil tindak pidana tanpa melalui proses pemidanaan terhadap pemiliknya. RUU ini dinilai penting untuk memulihkan kerugian negara dan memiskinkan para pelaku kejahatan.

Namun, cakupan tindak pidana yang masuk dalam RUU tersebut masih menjadi perdebatan. Sebagian pihak menginginkan fokus pada tindak pidana korupsi, sementara yang lain mengusulkan diperluas ke berbagai kejahatan serius lainnya.

💬 Pernyataan Habiburokhman

Menanggapi perdebatan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa praktik perampasan aset di negara-negara maju seperti AS, Inggris, dan Australia tidak hanya menyasar tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi yang diliput oleh Kompas.com dan diberitakan juga oleh SINDOnews, CNN Indonesia, detikNews, dan Kabar24.

Menurutnya, negara-negara tersebut menerapkan perampasan aset untuk berbagai tindak pidana, termasuk narkoba, terorisme, dan kejahatan ekonomi lainnya. Dengan demikian, RUU Perampasan Aset di Indonesia diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik tersebut agar lebih efektif dalam memberantas kejahatan.

⚖️ Analisis dan Perbandingan Hukum

Pakar hukum pidana menilai bahwa perluasan cakupan perampasan aset merupakan langkah maju dalam penegakan hukum. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga hak asasi manusia dan prinsip due process of law agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.

Di AS, misalnya, mekanisme civil asset forfeiture memungkinkan pemerintah merampas aset yang diduga terkait kejahatan tanpa harus menunggu vonis pidana. Inggris dan Australia memiliki sistem serupa dengan pengawasan pengadilan yang ketat. Indonesia dapat belajar dari pengalaman mereka untuk merancang regulasi yang seimbang.

🔮 Prospek RUU dan Harapan ke Depan

Pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR diharapkan dapat segera mencapai kesepakatan, mengingat urgensi pemberantasan korupsi dan kejahatan terorganisir di Indonesia. Dengan mengacu pada praktik internasional, UU ini diharapkan menjadi instrumen hukum yang kuat untuk memulihkan aset negara dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Publik menanti komitmen para legislator untuk menghasilkan UU yang komprehensif dan tidak diskriminatif. Keberhasilan UU ini akan menjadi tonggak penting dalam reformasi hukum Indonesia.

AI 토론 안내
Arena Debat AI Periode partisipasi tambahan Ditutup dalam --:--:--
0/4 peserta · 0/6 opini kubu

"Apakah perluasan cakupan perampasan aset di luar korupsi berisiko melanggar hak properti warga?"

Wah, kalau negara maju saja sudah luas cakupannya, semoga RUU kita juga bisa komprehensif dan tetap adil ya.

Belum ada opini kubu. Bagikan sudut pandang pertama.

50% VS 50%
Partisipasi pertama per anggota saat perpanjangan 2x · +50P · +100 EXP

Comment 0

Pilih kubu debat dan sampaikan pendapat Anda mb_debate_picker_hint

Create Poll

🔵 Memperkuat law enforcement 0
VS
0 Potensi penyalahgunaan 🔴
🔵 Peluang / Pro

Memperkuat law enforcement

🔵

Belum ada argumen di kubu ini.

🔴 Tantangan / Kontra

Potensi penyalahgunaan

🔴

Belum ada argumen di kubu ini.

No. Subject Developer Date Votes Views
0 Pentagon Leadership Turmoil Escalates as Top Official Resigns Amid Hegseth Clash
K
KERTASMU
2026.09.03 0 15
1 Mass Shooting at Minneapolis Apartment Building Leaves Two Dead, Officers Among Injured
K
KERTASMU
2026.09.03 0 14
2 Gold Reserves Shift: Dutch Central Bank Relocates 86 Tonnes to UK Amid Global Instability
K
KERTASMU
2026.09.03 0 12
3 Minneapolis Shooting Wounds Multiple Officers and Civilians, Police Confirm
K
KERTASMU
2026.09.03 0 8
4 Saudi Arabia Confirms Two Filipino Sailors Killed in Iranian Attack on Tanker
K
KERTASMU
2026.09.03 0 9
5 Chevron Expands Operations in Venezuela Following US Oil Deal
K
KERTASMU
2026.09.03 0 8
6 New York City Schools to Ban AI Tools for Elementary and Middle School Students
K
KERTASMU
2026.09.03 0 8
7 US Adopts 'Tanker for Tanker' Doctrine, Strikes Iranian Vessels in Gulf
K
KERTASMU
2026.09.03 0 8
8 Washington Urges NATO Allies to Bolster Defenses Against Potential Russian Aggression
K
KERTASMU
2026.09.02 0 15
9 Iran Strikes U.S. Allies in Gulf as Washington Launches Major Military Offensive
K
KERTASMU
2026.09.02 0 15
10 EU Summons Russian Envoy Over Drone Attack on Leipzig, Raising Diplomatic Tensions
K
KERTASMU
2026.09.02 0 31
11 Global Bond Selloff Deepens, European Markets Hit Hardest as Investors Reassess Rate Outlook
K
KERTASMU
2026.09.02 0 38
12 Aircraft Carrier USS Abraham Lincoln Docks in Thailand After Prolonged Gulf Mission
K
KERTASMU
2026.09.02 0 48
13 UN Report Warns Global Warming Will Breach Key Threshold, Urges Swift Action to Reverse Course
K
KERTASMU
2026.09.02 0 49
14 Suspect in Killing of Conservative Activist Charlie Kirk Pleads Not Guilty as Death Penalty Trial Advances
K
KERTASMU
2026.09.02 0 81
15 Markey Triumphs Over Moulton in Massachusetts Primary, Signaling Progressive Strength
K
KERTASMU
2026.09.02 0 55
16 Germany Blames Russia for Airport Drone Attack, Vows Countermeasures
K
KERTASMU
2026.09.02 0 66
17 US Military Launches Fresh Strikes on Iran Following Alleged Attacks in Strait of Hormuz
K
KERTASMU
2026.09.02 0 70
18 USPS Whistleblower Alleges New Ballot System Vulnerability Could Disrupt Mail-In Voting
K
KERTASMU
2026.09.02 0 56
19 US Launches Fresh Strikes on Iran, Rattling Global Markets
K
KERTASMU
2026.09.02 0 55