K
KERTASMU

Tiongkok Tegas: Kerja Sama dengan Iran Tak Boleh Diintervensi AS

2026.08.26 02:30
0 0

AI SUMMARY INSIGHTS
  • 1China menegaskan kerja sama dengan Iran tidak boleh diganggu oleh AS 🛡️
  • 2Respons ini muncul setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran 🇺🇸
  • 3Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China 🏛️
  • 4Langkah ini menegaskan posisi China melawan tekanan AS 🌏

Menanggapi sanksi baru Amerika Serikat, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kerja sama bilateral dengan Iran tidak boleh diganggu oleh pihak mana pun.

📜 Latar Belakang

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Washington mengumumkan sanksi baru yang menargetkan puluhan entitas terkait program minyak dan keuangan Iran. Langkah ini merupakan bagian dari tekanan ekonomi yang lebih luas yang disebut sebagai 'operasi D-Day ekonomi' oleh AS.

China, sebagai mitra dagang utama Iran dan pembeli minyak terbesar, memiliki kepentingan langsung dalam menjaga hubungan ekonomi dengan Teheran. Sebelumnya, China telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama dengan Iran meskipun ada ancaman sanksi dari AS.

⚡ Respons China

Dalam pernyataan terkini, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kerja sama antara China dan Iran tidak boleh diganggu oleh pihak mana pun. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan langsung terhadap sanksi baru AS yang diumumkan beberapa hari lalu.

Pernyataan tersebut juga mengisyaratkan bahwa China akan terus menjaga hubungan bilateralnya dengan Iran, termasuk dalam bidang energi dan perdagangan. China menilai bahwa tekanan unilateral AS melanggar norma internasional dan merusak stabilitas global.

🌍 Analisis dan Dampak

Para pengamat menilai bahwa respons China ini menunjukkan tekadnya untuk tidak tunduk pada tekanan AS, sekaligus memperkuat aliansi strategis dengan Iran di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat. Langkah ini juga dapat mempengaruhi pasar minyak global, mengingat China adalah pembeli utama minyak Iran.

Namun, sikap China ini berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut dengan AS, yang telah lama mengkritik hubungan ekonomi Beijing-Teheran. Meskipun demikian, China tampaknya siap menghadapi konsekuensi tersebut demi menjaga kepentingan nasionalnya.

🔮 Prospek ke Depan

Ke depan, ketegangan antara AS dan China terkait Iran diperkirakan akan terus berlanjut, terutama jika AS memperluas sanksinya. China kemungkinan akan mencari cara untuk memitigasi dampak sanksi, misalnya dengan menggunakan mekanisme pembayaran alternatif atau memperkuat kerja sama energi dengan negara lain.

Situasi ini juga akan menjadi ujian bagi solidaritas negara-negara yang menentang sanksi unilateral AS. China, bersama Rusia dan negara lain, dapat memperkuat koordinasi untuk melawan hegemoni ekonomi AS.

character

Komentar 0

Buat Polling

mb_no_comments

Nomor Judul Penulis Tanggal Jumlah Rekomen Jumlah Dibaca
0 Protes Nasabah Bank Mandiri: Aksi Gunting Kartu ATM Meluas Usai Rekening Aktivis Pati Diblokir
K
KERTASMU
2026.08.26 0 5
1 Aksi Massa 27 Agustus: Warga Pati, Bangkalan, Depok, dan Mahasiswa Serbu DPR dengan Tuntutan Berbeda
K
KERTASMU
2026.08.26 0 0
2 Kontroversi Akademik: Profesor di Malaysia Dipecat Usai Klaim Bangsa Romawi Belajar dari Orang Melayu
K
KERTASMU
2026.08.26 0 0
3 Prabowo Kirim Pesan Tegas ke Para Menteri: 'Yang Nggak Sanggup Minggir', Sinyal Perombakan Kabinet?
K
KERTASMU
2026.08.26 0 0
4 Washington Akui Tekanan Ekonomi ke Teheran Berpotensi Mengguncang Pasar Keuangan Dunia
K
KERTASMU
2026.08.26 0 19
5 Prabowo Tinjau Karhutla di Riau, Menhut Raja Juli Absen: Istana Buka Suara
K
KERTASMU
2026.08.26 0 4
6 Tukang Becak Lebih Kaya dari Lurah? Data Desil Picu Desakan Evaluasi Kebijakan
K
KERTASMU
2026.08.26 0 6
Tiongkok Tegas: Kerja Sama dengan Iran Tak Boleh Diintervensi AS
K
KERTASMU
2026.08.26 0 0
8 Jonatan Christie Akhiri Penantian 26 Tahun, Resmi Jadi Tunggal Putra Nomor 1 Dunia
K
KERTASMU
2026.08.25 0 0
9 Dua Pesawat TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin: Sukhoi dan CASA Alami Insiden Beruntun
K
KERTASMU
2026.08.25 0 0
10 Singapura Berencana Reklamasi Besar-besaran: Tiga Pulau Indonesia Terancam Digabung?
K
KERTASMU
2026.08.25 0 2
11 Prabowo Larang Impor Minyak dan Elpiji, Bahlil Siap Laksanakan: Langkah Menuju Kemandirian Energi
K
KERTASMU
2026.08.25 0 2
12 Budi Arie Sinyal Demo 27 Agustus Bisa Lebih Cepat dari 2029, Jatim dan Jateng Siapkan Bus Massal
K
KERTASMU
2026.08.25 0 2
13 Prabowo Resmikan Proyek PLTS Raksasa 100 GWp di Bali, Target Energi Hijau Indonesia Melompat
K
KERTASMU
2026.08.25 0 0
14 Iran Yakin Negara Mitra Tak Akan Putus Hubungan Meski AS Ancam Sanksi
K
KERTASMU
2026.08.25 0 10
15 KPK OTT Rektor Unsoed: Praktik Jual Beli Kursi Mahasiswa Masih Marak, Pengawasan Dipertanyakan
K
KERTASMU
2026.08.25 0 0
16 Pasar Kramat Jati Berbenah: 613 Pedagang Siap Direlokasi Usai Kecelakaan Maut
K
KERTASMU
2026.08.25 0 0
17 Iran Ancang-ancang Balas Operasi Economic D-Day AS: Negara yang Ikut Sanksi Siap-siap Kena Imbas
K
KERTASMU
2026.08.25 0 1
18 Misteri Pemblokiran Rekening Mas Botok: PPATK Bantah Terlibat, Bank Mandiri Mengaku atas Permintaan Aparat
K
KERTASMU
2026.08.25 0 32
19 Pengakuan Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Minum 7 Gelas Miras Sebelum Kecelakaan
K
KERTASMU
2026.08.25 0 9